Senin, 22 Maret 2010

MENGUKUR PROFITABILITAS

Terdapat dua jenis pengukuran profitabilitas yang digunakan dalam mengevaluasi suatu pusat laba. Pertama adalah pengukuran kinerja manajemen, yang terfokus pada hasil kerja para manajer. Pengukuran ini dilakukan untuk perencanaan (planning), koordinasi (coordinating), dan pengendalian (controlling). Yang kedua adalah ukuran kinerja ekonomis, yang memiliki fokus pada kinerja pusat laba sebagai entitas ekonomi.

Jenis-jenis Ukuran Kinerja

Kinerja ekonomis suatu pusat laba selalu diukur dari laba bersih, meskipun demikian, kinerja manajer pusat laba dapat dievaluasi berdasarkan lima ukuran profitabilitas yaitu :

1. Margin Kontribusi

Menunjukkan rentang antara pendapatan dengan biaya variabel. Alasan utama digunakan sebagai alat pengukur kinerja manajer pusat laba karena beban tetap berada di luar kendali manajer tersebut, sehingga para manajer harus memusatkan perhatian untuk memaksimalkan margin kontribusi.

2. Laba Langsung

Mencerminkan kontribusi pusat laba terhadap overhead umum dan laba perusahaan. Ukuran ini menggabungkan seluruh pusat laba, baik yang dikeluarkan oleh atau dapat ditelusuri langsung ke pusat laba tersebut tanpa memperdulikan apakah pos-pos ini ada dalam kendali manajer pusat laba atau tidak.

Kelemahan dari pengukuran ini adalah ia tidak memasukkan unsure manfaat motivasi dari biaya-biaya kantor pusat.

3. Laba yang Dapat Dikendalikan

Jika biaya-biaya ini termasuk dalam system pengukuran, maka laba yang dihasilkan setelah dikurangi dengan seluruh biaya yang dipengaruhi oleh manajer pusat laba tersebut.

Kekurangan dari ukuran ini adalah tidak dimasukkannya beban kantor pusat yang tidak dapat dkendalikan, sehingga ukuran ini tidak dapat langsung dibandingkan baik dengan data yang diterbitkan maupun data asosiasi dagang yang melaporkan laba dari perusahaan-perusahaan lain di industry yang sama

4. Laba Sebelum Pajak

Dalam ukuran ini, seluru overhead korporat dialokasikan ke pusat laba berdasarkan jumlah relatif dari beban yang dikeluarkan oleh pusat laba.

5. Laba bersih

Perusahaan mengukur kinerja pusat laba domestic berdasarkan laba bersih, yaitu jumlah laba bersih setelah pajak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar