Minggu, 18 April 2010

PELAPORAN SEGMEN DAN INTERIM

PELAPORAN SEGMEN DAN INTERIM

A. PELAPORAN SEGMEN

Banyak perusahaan menawarkan berbagai kelompok produk atau jasa atau beroperasi di berbagai wilayah geografis dengan tingkat keuntungan, peluang pertumbuhan, prospek, dan risiko berbada. Informasi tentang jenis-jenis produk atau jasa perusahaan dan operasinya di wilayah geografis berbeda disebut informasi segmen. Informasi ini dibutuhkan untuk menilai risiko dan imbalan dari suatu perusahaan yang memiliki diversifikasi usaha atau suatu perusahaan multinasional, namun informasi ini tidak mungkin diperoleh dari data agregat. Oleh karena itu, informasi segmen merupakan suatu hal yang dipandang perlu untuk memenuhi kebutuhan para pengguna laporan keuangan.

Terdapat beberapa alternatif untuk menetapkan segmen-segmen suatu perusahaan guna menghasilkan informasi yang signifikan kepada investor. Tiga alternatif yang penting adalah

· Divisi geografis (segmentasi yang didasarkan pada letak geografis mungkin sangat informatif bagi perusahaan, terutama dalam membedakan opersi domestik dan luar negeri).

· Divisi Lini produk atau industrial (memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai perbedaan profitabilitas, tingkay risiko, dan peluang pertumbuhan)

· Divisi berdasarkan struktur intern pengendalian manajemen (mengumpulkan data akurat yang diperlukan dengan biaya tambahan terkecil)

B. DEFINISI SEGMEN USAHA DAN SEGMEN GEOGRAFIS

Segmen usaha adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa (baik produk atau jasa individual maupun kelompok produk atau jasa terkait) dan komponen ini memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen lain. Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam menentukan tarkait atau tidaknya produk atau jasa, meliputi :

· Karakteristik produk atau jasa

· Karakteristik proses produksi

· Jenis atau golongan pelanggan (produk dan jasa)

· Metode pendistribusian produk atau penyediaan jasa

· Jika praktis, karakteristik iklim regulasi, misalnya dalam perbankan, asuransi, atau public utilities.

Segmen geografis adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa pada lingkungan (wilayah) ekonomi tertentu dan komponen itu memiliki resiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beropersai pada lingkungan (wilayah) ekonmi lain. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam mengidentifikasi segmen geografis meliputi :

· Kesamaan kondisi ekonomi dan politik

· Hubungan antar operasi dalam wilayah geografis berbeda

· Kedekatan geografis operasi

· Risiko khusus yang terdapat dalam operasi di wilayah tertentu

· Regulasi pengendalian mata uang

· Risiko mata uang

Ada dua bentuk atau format primer pelaporan segmen, yaitu segmen usaha dan segmen geografis. Bentuk atau format yang digunakan akan ditentukan oleh karakteristik dan sumber utama risiko dan imbalan perusahaan.

· Jika risiko dan tingkat imbalan perusahaan terutama dipengaruhi oleh perbedaan produk atau jasa yang dihasilkan, bentuk primer pelaporan segmen ialah segmen usaha, dan informasi sekundernya dilaporkan secara geografis diantaranya adalah :

a. Pendapatan segmen dari pelanggan eksternal menurut wilayah geografis yang ditentukan berdasarkan lokasi geografis pelanggan, jumlah tersebut dilaporkan untuk tiap segmen geografis yang pendapatan penjualan kepada pelanggan eksternalnya berjumlah 10 persen atau lebih dari total pendapatan perusahaan yang diperoleh dari penjualan kepada pelanggan eksternal.

b. Jumlah nilai tercatat aset segmen menurut lokasi geografis aset , jumlah tersebut dilaporkan untuk tiap segmengeografis yang aset segmennya berjumlah 10 persen atau lebih dari total aset semua segmen geografis yang ada

c. Jumlah biaya yang dikeluarkan selama suatu periode untuk memperoleh aset segmen yang diharapkan akan digunakan selama lebih dari satu periode (aset tetap dan aset tidak berwujud), menurut lokasi geografis aset, jumlah tersebut dilaporkan untuk tiap segmen geografi yang aset segmennya berjumlah 10 persen atau lebih dari total aset emua segmen geografis.

· Jika risiko dan tingkat imbalan perusahaan terutama dipengaruhi oleh kondisi operasi yang berbeda di berbagai negara atau wilayah geografis, bentuk primer pelaporan segmen ialah segmen geografis dan informasi sekundernya dilaporkan berdasarkan kelompok produk dan jasa diantaranya adalah :

a. Perusahaan harus melaporkan informasi segmen berikut untuk setiap segmen usaha yang pendapatan penjualan kepada pelanggan eksternalnya berjumlah 10 persen atau lebih dari total pendapatan penjualan perusahaan kepada seluruh pelanggan eksternal atau untuk tiap segmen usaha yang aset segmennya berjumlah 10 persen atau lebih dari total aset semua segmen usaha, yaitu :

· Pendapatan segmen dari pelanggan eksternal

· Jumlah nilai tercatat aset segmen

· Jumlah biaya yang terjadi selama suatu periode untuk memperoleh aset segen yang diharapkan akan digunakan selama lebih dari satu periode (aset tetap dan aset tidak berwujud)

· Jumlah nilai tercatat aset segmen menurut lokasi geografis aset

· Jumlah biaya yang dikeluarkan selama suatu periode untuk memperoleh aset segmen yang diharapkan akan digunakan selama lebih dari satu periode (aset tetap dan aset tak berwujud) menurut lokasi aset.

C. DEFINISI PENDAPATAN, BEBAN, HASIL, ASET, dan KEWAJIBAN SEGMEN

Pendapatan Segmen adalah pendapatan yang dilaporkan dalam laporan laba rugi perusahaan secara langsung dapat dikaitkan dengan suatu segmen dan porsi yang relevan dari pendapatan perusahaan yang dapat dialokasikan secara rasinal kepada suatau segmen, bak berasal dari penjualan kepada pelanggan eksternal maupun dari transaksi dengan segmen lainnya dalam perusahaan yang sama.

Pendapatan segman mencakup bagian perusahaan atas laba atau rugi perusahaan asosiasi, usaha patungan (joint venture) atau investasi lainnya yang dilaporkan berdaarkan metode ekuitas, hanya jika pos-pos tersebut dalam pendapatan konsolidasi atau pendapatan perusahaan keseluruhan.

Beban Segmen adalah beban aktivitas operasi suatu segmen yang secara langsung dapat dikaitkan dengan segmen tersebut dan porsi relevan beban yang dapat di alokasikan secara rasiona kepada segmen tersebut, termasuk beban yang berkaitan dengan penjualan kepada pelanggan eksternal dan beban yang berkaitan dengan transaksi kepada segmen lainnya dalam perusahaan yang sama.

Beban segmen mencakup bagian peserta usaha patungan (joint venture) dalam beban pada entitas yang dikendalikan bersama yang dilaporkan berdasarkan metode konsolidasi secara proporsional sesuai dengan PSAK No.12 tentang pelaporan keuangan mengenai bagian partisipasi dalam pengendalian bersama operasi dan asset.

Hasil Segmen adalah pendapatan segmen dikurangi beban segmen. Hasil segmen ditentukan sebelum disesuaikan dengan hak minoritas.

Aset Segmen adalah asset operasi yang digunakan segmen dalam aktivitas operasinya dan dapat dikaitkan secara langsung dengan segmen tersebut atau dialokasikan ke segmen tersebut secara rasional.

D. TUJUAN PELAPORAN SEGMEN

Tujuan dari pelaporan segmen adalah untuk menetapkan prinsip-prinsip pelaporan informasi keuangan berdasarkan segmen, yaitu informasi tentang berbagai jenis produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan dan berbagai jenis produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan dan berbagai wilayah geografis operasi perusahaan dalam rangka membantu pengguna laporan keuangan dalam :

· Memahami kinerja masa lalu perusahaan secara lebih baik

· Menilai risiko dan imbalan perusahaan secara lebih baik

· Menilai perusahaan secara keseluruhan secara lebih memadai

E. KEBIJAKAN AKUNTANSI SEGMEN

Kebijakan akuntansi segmen, Informasi segmen harus disusun dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasi atau perusahaan. Kebijakan akuntansi yang dipilih manajemen untuk menyusun laporan keuangan konsoldasi atau perusahaan dianggap sebagai kebijakan akuntansi yang diyakini manajemen paling sesuai untuk pelaporan keuangan eksternal. Karena tujuan informasi segmen ialah untuk membantu pengguna lporan keuangan dalam memahami dan membuat penilaian yang lebih memadai mengenai perusahaan secara keseluruhan, pernyataan ini mensyaratka bahwa kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam pelaporan informasi segmen sama dengan kebijakan akuntansi yang telah dipilih manajemen. Meskipun demikian, hal ini tidak berarti bahwa kebijakan akuntansi konsolidasi atau perusahaan diterapkan kepada segmen dilaporkan seolah-olah segmen tersebut ialah entitas pelaporan terpisah yang berdiri sendiridalam menerapkan suatu kebijakan akuntansi pada tingkat perusahaan, perusahaan mungkin melakukan perhitungan secara terperinci yang kemudian dialokasikan kepada berbagai segmen jika terdapat dasar rasional untuk melakukan alokasi tersebut. Sebagai contoh, biaya manfaat pensiun sering kali dihitung unuk perusahaan secara keseluruhan, tetapi angka yang dihitung untuk tingkat perusahaan itu mungkin dialokasikan ke berbagai segmen berdasarkan data gaji dan demografis segmen tersebut.

Pernyataan ini tidak melarang pengungkapan informasi tambahan atas segmen yang disusun berdasarkan kebijakan akuntansi selain yang diterapkan untuk laporan keuangan konsolidasian atau perusahaan sepanjang :

· Informasi tersebut dilaporka secara internal kepada rgan perusahaan yang berwenang dalam rangka pegambilan putusan alokasi sumber daya kepada segmen tersebut dan penilaian kinerja segmen tersebut

· Dasar pengukuran yang digunakan bagi informasi tambahan tersebut dijelaskan secara memadai

Aset yang digunakan bersama oleh dua segmen atau lebih harus dialokasikan kepada setiap segmen dan hanya jika pendapatan dan beban terkait juga dialokasikan kepada segmen-segmen tersebut.

Cara pengalokasian unsur-unsur aset, kewajiban, pendapatan dan beban kepada berbagai segmen bergantung pada beberapa faktor, seperti karakteristik unsur tersebut, aktivitas yang dilakukan oleh segmen, dan otonomi segmen tersebut. Satu dasar alokasi tertentu tidak mungkin atau tidak tepat apabila ditetapkan bagi semua perusahaan. Demikian juga, tidak tepat apabila unsur-unsur aset, kewajiban, pendapatan, dan beban yang secara bersama berkaitan dengan dua segmen atau lebih dipaksakan aokasinya, jika dasar alokasi tersebut ditetapkan secara arbiter atau sulit dipahami. Disampng itu, definisi pendapatan segmen, beban segmen, aset segmen, dan kewajiban segmen saling berkaitan dan alokasi dari unsur-unsur tersebut harus dilakukan secara konsisten. Dengan demikian, aset yang digunakan bersama dialokasikan kepada setiap segmen, dan hanya jika, pendapatan dan beban yang terkait dengan aset tersebut juga dialokasikan kepada segmen-segmen tersebut. Sebagai contoh, suatu aset dimasukkan sebagai aset segmen jika penyusutan atau amortisasi aset terkait dikurangkan dalam menghitung hasil segmen.

Contoh Laporan Keuangan Segmen (dilampirkan)

PT. ADARO ENERGY dan ANAK PERUSAHAAN

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian

31 Desember 2008-2009 serta tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut (lanjutan)

Keterangan

Pendapatan dari pelanggan eksternal

Pendapatan antar segmen

Aktiva Segmen

Laba (Rugi) usaha

Penambangan dan perdagangan batu bara

25.291.102

1.888.982

23.861.913

9.696.297

Jasa Penambangan

1.167.642

1.579.909

4.327.991

383.148

Lain-lain

479.276

1.065.464

5.542.569

344.981

Total

26.938.020

4.534.355

33.732.473

10.424.426

Sumber : diolah dari Laporan Keuangan Tahunan PT.ADARO ENERGY Tbk

Uji Pendapatan. Uji pendapatan 10% diterapkan dengan menentukan jumlah pendapatan setiap segmen industri kemudian membandingkan dengan 10% dari gabungan seluruh segmen industri.

Keterangan

Pendapatan dari pelanggan eksternal

Pendapatan antar segmen

Nilai Uji (10% x 31.472.375)

Perlukah dilaporkan

Penambangan dan perdagangan batu bara

25.291.102

1.888.982

>

3.147.237,5

Ya

Jasa Penambangan

1.167.642

1.579.909

<

3.147.237,5

Tidak

Lain-lain

479.276

1.065.464

<

3.147.237,5

Tidak

Total

26.938.020

4.534.355

Uji Aktiva. Uji aktiva dilakukan dengan membandingkan jumlah aktiva masing-masing segmen dengan 10% dari total altiva semua segmen usaha.

Keterangan

Aktiva segmen usaha yang dapat diidentifikasi

Nilai Uji (10% x 33.732.473)

Perlukah dilaporkan ?

Penambangan dan perdagangan batu bara

23.861.913

>

3.373.247,3

Ya

Jasa Penambangan

4.327.991

>

3.373.247,3

Ya

Lain-lain

5.542.569

>

3.373.247,3

Ya

Total

33.732.473

Uji Laba Usaha. Dalam penerapan uji laba usaha untuk mengidentifikasi segmen yang perlu dilaporkan, nilai absolute laba atau rugi operasi suatu segmen dibandingkan dengan 10% dari yang lebih besar antara laba operasi gabungan semua segmen usaha yang menghasilkan laba atau rugi operasi gabungan senua usaha yang merugi.

Keterangan

Laba Operasi Segmen Usaha

Nilai Uji (10% x 10.424.426)

Perlukah dilaporkan ?

Penambangan dan perdagangan batu bara

9.696.297

>

1.042.442,6

Ya

Jasa Penambangan

383.148

<

1.042.442,6

Tidak

Lain-lain

344.981

<

1.042.442,6

Tidak

Total

10.424.426

Telaah Ulang Perlunya Pelaporan (Uji Pendapatan). Segmen jasa penambangan dan segmen lain-lain tidak memenuhi kriteria 10% untuk semua jenis pengujian penentuan segmen yang perlu dilaporkan, sehingga segmen yang perlu dilaporkan adalah penambangan dan perdagangan batu bara. Selain itu segmen yang dilaporkan harus memiliki 75% dari total pendapatan konsolidasi.

Keterangan

Pendapatan dari pelanggan eksternal

Penjualan antar segmen

Nilai Uji (75% x 26.938.020)

Perlukah dilaporkan ?

Penambangan dan perdagangan batu bara

25.291.102

-

>

20.203.515

Ya

Jumlah

25.291.102

karena 25.291.102 lebih besar dari 75% dari 26.938.020, maka tidak ada tambahan segmen yang perlu dilaporkan.

PT. ADARO ENERGY Tbk dan ANAK PERUSAHAAN

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian 31Desember 2008-2009

A. PELAPORAN INTERIM

Laporan keuangan interim adalah laporan keuangan yang diterbitkan diantara dua laporan keuangan tahunan.

Laporan keuangan interim :

a. Harus dipandang sebagai bagian yang integral dari periode tahunan

b. Dapat disusun secara bulanan, triwulan, atau periode lain yang kurang dari setahun dan mencakup seluruh komponen laporan keuangan sesuai standar akuntansi keuangan.

Unsur yang sama antara pelaporan keuangan interim dengan pelaporan keuangan tahunan adalah :

a. Dasar pengakuan pendapatan

b. Kebijakan akuntansi dasar pelaporan pada periode interim, kecuali jika ada perubahan dalam standar akuntansi

c. Penyajian penggolongan aset sebagai lancar atau tidak lancar, serta kewajiban sebagai jangka pendek dan jangka panjang.

Pelaporan biaya dan beban diklasifikasikan menjadi dua kelompok, yaitu :

a. Beban yang dapat dihubungkan dengan pendapatan ditentukan atas dasar yang sama dengan dasar yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan tahunan, kecuali untuk persediaan dengan modifikasi sebagai berikut :

· Perusahaan yang dalam periode interim menggunakan esimasi laba kotor dalam menentukan nilai persediaan atau metode lain yang berbeda dengan metode yang digunakan dalam penilaian persediaan akhir tahun, harus mengungkapkan hal terebut dalam laporan interim.

· Perusahaan yang melakukan penilaian persediaan berdasarkan biaya standar tidak perlu melaporkan penyimpangan atau selisih dengan biaya aktual yang terjadi, jika selisih biaya tersebut tidak material atau diharapkan bisa diselesaikan pada akhir tahun. Pengaruh dari penyimpangan yang tidak direncanakan dan tidak diperkirakan harus dilaporkan pada akhir periode interim dengan prosedur yang sama seperti yang digunakan pada akhir tahun

· Kerugian yang disebabkan penurunan harga pasar tidak boleh ditangguhkan untuk dibebankan ke periode diluar periode penurunan harga tersebut. Pemulihan harga yang sama boleh diakui sebagai keuntungan pada periode interim selanjutnya, keuntungan yang diakui tidak boleh melebihi kerugian yang telah dibebankan pada periode sebelumnya.

b. Biaya dan beban lain-lain. Untuk periode pelaporan interim, biaya dan beban lain-lain termasuk biaya produksi dibebankan atas dasar yang sama seperti periode tahunan.

Laporan keuangan interim meliputi neraca, laporan laba rugi, dan saldo laba interim, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan interim harus disajikan secra komparatif dengan periode yang sama tahun sebelumny. Perhitungan laba rugi interim harus mencakup periode sejak awal tahun buku sampai dengan periode interim terakhir yang dilaporkan (year to date).

Lapoeran keuangan interim harus menggolongkan asset sebagai kelompok lancar dan tidak lancar, dan kewajiban sebagai kelompok jangka pendek dan jangka panjang sesuai laporan keuangan tahunan. Jika suatu asset dan kewajiban dapat atau harus direalisasikan dalam waktu 12 bulan dari tanggal neraca interim, maka asset tersebut digolongkan sebagai jangka pendek, jika tidak asset tersebut digolongkan sebagai tidak lancar atau kewajiban tersebut digolongkan sebagai jangka panjang.

Jumat, 16 April 2010

962 Kasus Penelaahan Pajak Hanya Ditangani 20 Staf

Dengan rumitnya kasus keberatan pajak, Direktorat Keberatan dan Banding Ditjen Pajak ternyata hanya memiliki staf penalaah keberatan sebanyak 20 orang. Dengan kondisi tersebut, mantan Direktur Keberatan dan Banding Ditjen Pajak Bambang Heru Ismiarso mengeluhkan beratnya beban kerja selama dirinya bertugas di direktoratnya. Demikian disampaikan Mantan Direktur Keberatan dan Banding Ditjen Pajak Bambang Heru Ismiarso dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Panitia Kerja (Panja) Perpajakan di Komisi XI DPR, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (15/4/2010).
Dirinya mengaku bahwa selama dirinya bertugas di Direktorat Keberatan dan Banding, kasus yang harus ditangani oleh penelaah keberatan mencapai ratusan tiap tahunnya. Adapun data yang disampaikannya menunjukan jumlah kasus keberatan dalam tiga tahun terakhir mencapai 884 kasus pada 2007, 704 kasus di tahun 2008, dan 962 kasus di tahun 2009. "Rata-rata surat ketetapan pajak (SKP) yang harus dikeluarkan satu penelaah keberatan adalah empat berkas per bulan," ujarnya. Dia pun menuturkan, beban kerja juga semakin meningkat karena rata-rata persidangan keberatan dan banding yang harus dihadiri tim sidang banding atau keberatan mencapai 124 persidangan per hari dengan jumlah tim sidang sebanyak 18 tim masing-masing beranggota antara dua hingga tiga orang.
Persidangan keberatan/banding wajib pajak sendiri terdiri dari sidang banding/keberatan I untuk wilayah Jakarta dipegang oleh 10 tim dan sidang banding/keberatan II untuk wilayah diluar Jakarta dipegang oleh delapan tim. "Rata-rata beban persidangan per tim per hari selama tahun 2009 adalah 14 sidang. Jadi Bisa dibayangkan betapa sibuknya kami," tuturnya. Dengan tingginya beban kerja tersebut, dirinya mengaku terkadang tim dari direktoratnya harus berlari-lari dari satu lokasi persidangan ke lokasi lainnya. Namun saat ini diakuinya beberapa kasus keberatan sudah didelegasikan ke daerah sehingga sedikit mengurangi beban kerja. "Sekarang keberatan sudah dialihkan dari pusat ke daerah," tandasnya.
Ini sungguh sebuah fenomena yang sangat ironis. Kasus pajak merupakan persoalan yang sangat rumit, fakta terdapat 962 kasus dalam tiga tahun terakhir tanpa adanya tindakan dari pemerintah menambah kekurangan staf. Menurut saya ini merupakan salah satu “PR” besar bagi departemen keuangan.

Sudah Ditahan, Bahasyim Masih Terima Gaji PNS

Meskipun sudah berstatus sebagai tersangka kasus pencucian uang dan korupsi, ternyata Bahasyim Assifie masih menerima haknya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Keuangan. Gaji pokok tanpa potongan sebagai PNS Kementerian Keuangan untuk bulan ini, ternyata masih mengalir ke rekeningnya. “Masih terima gaji penuh, belum ada pemotongan. Mungkin ditransfer,” ujar Irjen Kemenkeu Hekinus Manao, saat ditemui wartawan seusai rapim Kemenkeu, Gedung Djuanda, Jakarta, Rabu (14/4/2010). Seperti diketahui, sebelumnya Bahasyim menjabat sebagai Kepala Kantor Pemeriksaan dan Penyelidikan Pajak Jakarta Tujuh. Namun pada Mei 2008 pindah ke Bappenas sebagai Inspektur Bidang Kinerja Kelembagaan. Lalu, pada 1 April menyatakan mengudurkan diri. Dirinya diduga memiliki dana tidak wajar direkeningnya sekira Rp64 miliar.
Sekadar diketahui, selama di Bappenas, gaji Bahasyim di bawah Rp10 juta. Tapi fakta di lapangan, Bahasyim mempunyai koleksi mobil mewah seperti Alphard, BMW, Mercy, Honda Freed, dan masih banyak lagi. Uniknya, saat mengantor, dirinya hanya menggunakan mobil Kijang Innova berpelat merah. Tak hanya itu, rumahnya diketahui terletak di Jakasampurna Bekasi Barat, Jalan Cianjur dan Jalan Cicurug Menteng, Jakarta Pusat. Kemudian ada pula tiga rumah lagi yang terletak di Kalibata. Selain itu, dirinya diketahui juga memiliki motor besar Harley Davidson Sementara itu, terkait status kepegawaian Bahasyim di Kementerian Keuangan usai dirinya mengundurukan diri dari Bappenas, Hekinus menyatakan, sampai saat ini Kemenkeu belum bisa memanggil Bahasyim karena yang bersangkutan saat ini sedang dalam pemeriksaan di Kepolisian.
Dari berita diatas, kita dapat dengan jelas bahwa system pemerintahan di negeri ini banyak terjadi penyimpangan. Secara logika jika ada seseorang yang sudah ditahan (status terdakwa) maka otomatis dia harus sudah diberhentikan, lebih lanjut akan sangat aneh bila yang bersangkutan masih mendapatkan gaji. Jika dipikir lagi, maka akan timbul pertanyaan lagi, gaji Bahasyim masih bisa mengalir, maka tentu yang mengurusi gaji Bahasyim dipertanyakan lagi tanggung jawabnya.

Ibu-ibu Demo Sri Mulyani, Tapi Nggak Ngerti Persoalan

Siang ini kantor Kementerian Keuangan Jalan Wahidin Raya, Jakarta diserbu ratusan para pendemo yang menuntut pertanggungjawaban Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk mundur, terkait kasus bailout Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun. Pendemo juga mendesak Wakil Presiden Boediono dan Presiden SBY untuk bertanggung jawab.

Massa pendemo yang mengaku dari FKMD, Jamper Revolusi ,Putih dan lain-lain membuat kemacetan di sepanjang jalan tersebut. Dalam beberapa orasinya para pendemo mendesak pertanggungjawaban Menkeu Sri Mulyani, Wapres Boediono, dan Presiden SBY. "Tangkap dan adili maling-maling Century," sergah salah satu orator. "Maling-maling kecil dihakimi, maling-maling besar di lindungi," kata orator.

Dari sekian ratusan pendemo, ternyata terselip banyak ibu-ibu yang ikut berdemo di antaranya ada yang memegang poster, spanduk, baliho, dan lain-lain. Bahkan ada juga yang terlihat membawa anak-anaknya yang masih kecil. Sebut saja Minah, seorang ibu asal Warakas Tanjung Priok, Jakarta Utara ini mengaku tidak tahu menahu soal demo yang ia sedang lakukan. Ia hanya tahu kalau demo ini diajak oleh rekannya sesama ibu-ibu di Warakas. "Nggak tahu demo apa ini, saya sih ikut-ikutan aja," katanya.

Sementara sesama ibu-ibu lainnya, rekan Minah mengaku hal yang sama, kalau demo yang ia lakukan hanya ikut-ikutan saja. "Katanya sih demo soal ekonomi, supaya harga turun," katanya. Beberapa pemuda tanggung pun banyak terlihat, hingga berita ini diturunkan demo masih berlangsung. Demo dimulai kurang lebih pada pukul 12.00.

Ya seharusnya siapapun yang melakukan demo, sudah sewajarnya tahu serta memahami permasalahan yang diributkan. Jangan asal ikut teriak A padahal tidak tahu apa maksut dari A sendiri. Ya tapi mungkin sudah jadi tradisi negeri ini, tradisi “ikut-ikutan”. Akibatnya akan timbul pembodohan terhadap kalangan awam. Orang akan dengan mudahnya dipengaruhi.

Selasa, 06 April 2010

Analisis Resiko

Dalam berinvestasi, mengukur keuntungan dan risiko investasi merupakan kewajiban yang sangat penting karena keuntungan dan risiko investasi dalam kondisi yan tidak pasti (probabilistik), hukum dasar investasi adalah high return-high risk (semakin tinggi keuntungan yang diperoleh dalam suatu investasi, maka semakin besar risiko yang ditanggung.
Definisi keuntungan (return) adalah perubahan nilai antara periode t+1 dengan periode t ditambah pendapatan-pendapatan lain yang terjadi selama periode tertentu.
Definisi risiko menurut American Heritage Dictionary adalah the possibility of suffering harm or loss, artinya risiko merupakan kondisi dimana investor menerima keuntungan lebih kecil dari yang diharapkan. Untuk mengukur risiko sebagai akibat dari ketidakpastian yang muncul, investor harus memahami konsep distribusi profitabilitas. Distribusi profitabilitas adalah himpunan yang mungkin terjadi dengan probabilitas yang terjadi.
Untuk menurunkan risiko dalam investasi adala dengan diversifikasi. Pepatah asing mengatakan “use investor s do not put all their egg into just one basket” (jangan pernah menaruh telur dalm satu keranjang) artinya investor disarankan menempatkan aset ke dalam berbagai instrumen investasi yang berbeda. Untuk menjalankan diversifikasi, diperlukan strategi dan porsi penempatan dana investasi. Ada beberapa cara atau strategi yang bisa dijalankan, seperti diversifikasi lintas bursa dan diversifikasi lintas instrumen. Diversifikasi lintas bursa dilakukan jika investor dalam satu sektor kurang efektif, maka investor masih bisa berlindung pada investor di sektor lain atau bursa lain. Diversifikasi lintas instrumen dilakukan dengan tujuan untuk melindungi investasi dari risiko pasar. Artinya, melakukan diversifikasi pada beberapa jenis instrumen atau investor melakukan penyebaran investasi.
Strategi diversifikasi sangat dibutuhkan oleh para investor. Dalam kenyataan, sangat sulit menentukan probabilitas suatu kejadian karena pertumbuhan ekonomi selalu berubah-ubah. Dengan melakukan diversifikasi, akan banyak peluang yang bisa diraih. Akan tetapi, saat kondisi pasar lemah (resesi), melakukan diversifikasi tidak akan efektif apabila tidak dilakukan secara selektif.